Mengenal Sejarah Semboyan Bhinneka Tunggal Ika di Indonesia

Mengenal Sejarah Semboyan Bhinneka Tunggal Ika di Indonesia

Rata-rata, hampir sebagian besar kalangan masyarakat sudah sangat familiar dengan yang namanya Bhinneka Tunggal Ika. Ya, motto tersebut dikenal sebagai semboyan bangsa Indonesia serta menjadi lambang negara pada Garuda Pancasila.

Dalam penggunaannya, motto ini dijadikan untuk menggambarkan persatuan maupun kesatuan bangsa serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Agar Anda lebih paham mengenai motto tersebut, penting untuk mengetahui seluk beluk sejarahnya.

Sekilas Pengertian dan Sejarah Tentang Bhinneka Tunggal Ika

Seperti namanya, semboyan nasional Indonesia ini merupakan kalimat yang berasal dari Bahasa Jawa Kuno. Di mana, di dalamnya memuat arti yang begitu mendalam berupa “Berbeda-beda Tetapi Tetap Satu”.

Alasan kenapa dijadikan sebagai motto nasional, dikarenakan dapat mencerminkan kehidupan bangsa Indonesia di dalamnya. Sehingga, motto inilah yang kemudian diabadikan di bawah lambang Garuda Pancasila.

Lebih lanjut, awal mula sejarah terbentuknya Bhinneka Tunggal Ika terjadi pada abad ke-14 Masehi yang berlokasi di Pulau Jawa. Pada waktu itu, terdapat penemuan motto tersebut dalam Prasasti Tugu.

Yakni lokasi tepatnya berada di Desa Ciaruteun Ilir, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Serta merupakan prasasti peninggalan pemerintahan Raja Hayam Wuruk dari Kerajaan Majapahit sekitar tahun 1356 Masehi.

Dalam Prasasti Tugu, ditemukan pesan dari kitab karya Mpu Tantular mengenai persatuan dan kerukunan di tengah perbedaan dalam beragama. Bahkan setelah Indonesia merdeka, motto tersebut resmi dijadikan sebagai semboyan nasional.

Peresmian semboyan tersebut, berlangsung pada tanggal 18 Agustus 1950 juga dituangkan dalam Pasal 36A Undang-Undang Dasar 1945. Serta menjadi prinsip hidup yang melandasi kerukunan maupun persatuan warga negara di dalamnya.

Arti dan Makna Penting Semboyan Nasional Bangsa Indonesia

Dikenal sebagai semboyan nasional, Bhinneka Tunggal Ika tentunya juga memiliki arti dan makna tersendiri di dalamnya. Adapun arti maupun makna dari motto “Berbeda-beda Tetapi Tetap Satu” tersebut, yakni sebagai berikut.

  1. Bersatunya Keberagaman di Indonesia
    Menggambarkan konsep, bahwa meskipun negara Indonesia memiliki beragam suku, agama, ras maupun budaya, namun tetap menjadi satu kesatuan utuh. Adanya keberagaman tersebut, turut diakui, dihargai dan disatukan dalam semangat persatuan.
  2. Terdapat Toleransi dan Saling Menghormati Satu Sama Lain
    Mengajarkan pentingnya nilai-nilai toleransi, saling menghormati satu sama lain serta hidup berdampingan di tengah perbedaan. Dengan motto ini, diharapkan masyarakat bisa menghormati hak-hak orang lain dalam beragama, berkeyakinan serta berbudaya.
  3. Adanya Rasa Persatuan dalam Perbedaan
    Mengajarkan pentingnya menjaga persatuan dan persaudaraan di tengah perbedaan suku, agama maupun budaya. Bahkan, semua warga negara Indonesia bertanggung jawab untuk bekerja sama dalam mencapai kemajuan serta membangun bangsa kuat.
  4. Memiliki Kekayaan Budaya dan Keunikan Tersendiri
    Mencerminkan kekayaan budaya Indonesia berupa tradisi, bahasa, kesenian serta adat istiadat yang berbeda-beda. Banyaknya kekayaan ini, merupakan warisan yang harus dijaga serta dipertahankan oleh semua warga negara sebagai identitas bangsa.

Fungsi Penting dari Semboyan “Berbeda-beda Tetapi Tetap Satu”

Fungsi Penting dari Semboyan “Berbeda-beda Tetapi Tetap Satu”

Pada dasarnya, ada alasan tersendiri yang melatarbelakangi mengapa Bhinneka Tunggal Ika dijadikan sebagai semboyan nasional Indonesia. Alasannya, yaitu karena motto nasional ini memiliki fungsi penting bagi warga negara sebagai berikut.

  1. Menjaga Kerukunan Sosial Masyarakat
    Motto nasional “Berbeda-beda Tetapi Tetap Satu”, berfungsi untuk menjaga kerukunan sosial masyarakat. Dengan semboyan ini, masyarakat dapat belajar seputar nilai-nilai toleransi, saling menghormati sesama maupun hidup berdampingan di tengah perbedaan.
  2. Menghormati Adanya Perbedaan
    Bhinneka Tunggal Ika dapat mendorong masyarakat agar saling menghormati perbedaan dalam berbagai segi. Sehingga, masyarakat dapat belajar mengakui dan menghargai hak-hak individu atau kelompok untuk menjalankan kepercayaan maupun budayanya sendiri.
  3. Memupuk Rasa Persatuan dan Kesatuan
    Fungsi lain dari semboyan ini, mengajarkan masyarakat untuk tetap memupuk rasa persatuan juga kesatuan. Adanya ikatan persaudaraan dan kerja sama masyarakatnya yang kuat, tentunya akan lebih mudah mencapai kemajuan bersama.
  4. Memperkuat Identitas Nasional
    Semboyan nasional Indonesia juga turut menjadi simbol keberagaman dan persatuan. Dengan begini, akan mampu memperkuat identitas nasional sebagai bangsa yang beragam dan tetap bersatu dalam persatuan, kesetaraan dan keadilan.

Cara Mengamalkan Semboyan Nasional Bangsa Indonesia

Sebagai warga negara Indonesia, wajib bagi setiap orang untuk mengamalkan Bhinneka Tunggal Ika. Hal ini bertujuan, agar dapat memperkuat adanya keberagaman dan mempererat rasa persatuan maupun kesatuan bangsa di dalamnya.

Umumnya, ada banyak sekali cara yang bisa Anda lakukan dalam mengamalkan motto nasional bangsa tersebut. Adapun beberapa cara yang bisa dilakukan, di antaranya yakni sebagai berikut.

  • Selalu berupaya untuk memupuk rasa saling menghargai perbedaan yang ada.
  • Berupaya untuk menjaga kerukunan dengan sesama warga negara, tanpa memandang perbedaan.
  • Terus berupaya dalam belajar mengenal dan mempelajari kebudayaan yang berbeda-beda, seperti seni tari, musik, makanan maupun pakaian tradisional.
  • Menghindari adanya diskriminasi berdasarkan perbedaan suku bangsa, agama, ras dan budaya.

Terciptanya rasa persatuan dan kesatuan di Indonesia, merupakan harapan besar bagi setiap warga negaranya. Oleh karena itu, penting bagi Anda memahami dan mengamalkan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan bangsa nasional.

CATEGORIES
Share This